Data Integrity #
Dalam banyak sistem, database adalah single source of truth. Aplikasi bisa berubah, service bisa bertambah, bahkan arsitektur bisa berevolusi—tetapi jika data di database rusak, inkonsisten, atau tidak bisa dipercaya, seluruh sistem ikut runtuh.
Di sinilah data integrity memegang peranan krusial. Data integrity bukan sekadar konsep teoritis, melainkan fondasi utama dari sistem yang stabil, scalable, dan mudah dirawat dalam jangka panjang.
Artikel ini akan membahas:
- Apa itu data integrity
- Kenapa data integrity sangat penting
- Jenis-jenis data integrity
- Best practice desain tabel database dengan fokus pada data integrity
- Kesalahan umum yang sering terjadi
Apa Itu Data Integrity? #
Data integrity adalah jaminan bahwa data di dalam database:
- Akurat
- Konsisten
- Valid
- Tidak saling bertentangan
Data yang memiliki integrity tinggi berarti:
- Tidak ada data yatim (orphan data)
- Tidak ada relasi yang rusak
- Tidak ada nilai yang melanggar aturan bisnis
- Data tetap benar walaupun aplikasi atau service bertambah
Singkatnya:
Data integrity memastikan bahwa data tetap benar, kapan pun dan dari mana pun data tersebut diakses atau dimodifikasi.
Kenapa Data Integrity Sangat Penting? #
Database Digunakan oleh Banyak Aplikasi #
Dalam sistem modern:
- Satu database bisa diakses oleh banyak service
- Tidak semua akses melalui satu backend utama
Jika integrity hanya dijaga di level aplikasi:
- Setiap aplikasi harus mengulang logic validasi
- Potensi bug dan inkonsistensi meningkat
Database harus mampu melindungi dirinya sendiri.
Mencegah Silent Data Corruption #
Data corruption yang paling berbahaya adalah yang:
- Tidak error
- Tidak crash
- Tapi salah secara logika
Contoh:
- Order tanpa user
- Transaksi tanpa reference payment
- Status lompat tanpa urutan
Semua ini sering baru ketahuan:
- Saat laporan salah
- Saat audit
- Saat data sudah terlanjur besar
Mengurangi Beban Logic di Aplikasi #
Tanpa integrity di database:
- Validasi pindah ke application layer
- Logic menjadi kompleks
- Bug mudah muncul saat refactor
Dengan integrity yang kuat:
- Aplikasi lebih simpel
- Business logic lebih fokus
- Error lebih cepat terdeteksi
Fondasi Scalability Jangka Panjang #
Database dengan integrity buruk:
- Sulit di-migrate
- Sulit di-split (sharding / multi-service)
- Sulit di-optimasi
Sebaliknya, database dengan integrity kuat:
- Lebih aman di-scale
- Lebih mudah dikembangkan
- Lebih tahan terhadap perubahan arsitektur
Jenis-Jenis Data Integrity #
Entity Integrity #
Menjamin bahwa setiap baris data:
- Unik
- Bisa diidentifikasi dengan jelas
Biasanya dicapai dengan:
- Primary Key
Contoh pelanggaran:
- Tabel tanpa primary key
- Primary key nullable
Referential Integrity #
Menjamin relasi antar tabel tetap valid.
Biasanya dicapai dengan:
- Foreign Key
Contoh:
- order.user_id harus mengacu ke user.id yang benar
Tanpa referential integrity:
- Data yatim
- Join menghasilkan data aneh
Domain Integrity #
Menjamin nilai kolom sesuai dengan domain atau aturan bisnis.
Contoh:
- Status hanya boleh: pending, success, failed
- Quantity tidak boleh negatif
Biasanya dicapai dengan:
- NOT NULL
- CHECK constraint
- ENUM (dengan pertimbangan matang)
Transactional Integrity #
Menjamin perubahan data terjadi secara atomik.
Biasanya dicapai dengan:
- Transaction
- Proper isolation level
Jika satu langkah gagal, seluruh proses dibatalkan.
Best Practice Desain Tabel dengan Fokus Data Integrity #
Selalu Gunakan Primary Key #
Jangan pernah membuat tabel tanpa primary key.
Best practice:
Gunakan surrogate key (id)
Pastikan:
- NOT NULL
- UNIQUE
Primary key adalah fondasi entity integrity.
Gunakan Foreign Key dengan Sengaja (Bukan Takut) #
Banyak sistem menghindari foreign key dengan alasan:
- “Biar cepat”
- “Nanti di-handle di aplikasi”
Risikonya:
- Data yatim
- Bug tersembunyi
- Data tidak bisa dipercaya
Best practice:
Gunakan foreign key untuk data core
Tentukan:
- ON DELETE
- ON UPDATE sesuai kebutuhan bisnis
Foreign key adalah penjaga konsistensi paling murah dan efektif.
Gunakan NOT NULL Secara Agresif #
Kolom nullable berarti:
- Ada state tambahan
- Logic makin kompleks
Best practice:
Default ke NOT NULL
Nullable hanya jika:
- Secara bisnis memang opsional
Semakin sedikit NULL, semakin sederhana logic aplikasi.
Validasi Nilai di Level Database #
Jangan hanya mengandalkan UI atau backend.
Gunakan:
- CHECK constraint
- Range validation
Contoh:
- amount > 0
- status IN (…)
Ini mencegah data salah masuk sejak awal.
Jangan Takut Constraint, Takutlah Data Rusak #
Constraint sering dianggap:
- Menghambat development
- Menyulitkan migration
Padahal:
- Constraint memaksa desain lebih disiplin
- Error muncul lebih awal
- Bug tidak masuk ke data
Constraint adalah alarm dini, bukan penghambat.
Desain Status dan State dengan Hati-Hati #
Status yang bebas berubah:
- Sulit diaudit
- Mudah rusak
Best practice:
- Tentukan state machine
- Batasi transisi
- Dokumentasikan makna tiap status
Data integrity juga soal alur data yang masuk akal.
Jangan Overload Satu Kolom untuk Banyak Makna #
Contoh buruk:
- status = 0,1,2,3 tanpa definisi jelas
- kolom serbaguna untuk banyak konteks
Akibatnya:
- Data sulit dipahami
- Integrity secara logika rapuh
Lebih baik:
- Jelas
- Eksplisit
- Konsisten
Kesalahan Umum yang Merusak Data Integrity #
- Tidak menggunakan foreign key sama sekali
- Semua kolom nullable
- Validasi hanya di frontend
- Mengandalkan asumsi “data pasti benar”
- Mengubah data langsung lewat SQL tanpa aturan
Kesalahan ini biasanya tidak langsung terasa, tapi mahal di masa depan.
Penutup: Data Integrity adalah Investasi #
Data integrity bukan soal:
- Database kaku
- Development jadi lambat
Data integrity adalah:
- Investasi jangka panjang
- Fondasi sistem yang sehat
- Perlindungan terhadap bug yang mahal
Aplikasi bisa diperbaiki, data yang rusak sering kali tidak bisa diselamatkan.
Jika harus memilih:
- Lebih ketat di awal
- Lebih santai tapi berisiko
Selalu pilih ketat di awal.
Karena pada akhirnya, database yang bisa dipercaya adalah aset paling berharga dalam sistem apa pun.