Anatomi

Anatomi #

Pull Request (PR) adalah salah satu artefak paling penting dalam workflow engineering modern. Sayangnya, banyak tim memperlakukannya hanya sebagai formalitas: sekadar “minta merge”. Padahal, PR yang baik adalah media komunikasi teknis, alat quality control, dan rekam jejak keputusan engineering.

Artikel ini membahas:

  • Anatomi Pull Request yang baik
  • Kenapa Pull Request itu penting
  • Contoh Pull Request yang sehat
  • Best practice Pull Request untuk tim engineering

Kenapa Anatomi Pull Request Itu Penting? #

Pull Request dengan struktur yang baik akan:

  • Mengurangi waktu review
  • Menghindari miskomunikasi
  • Memudahkan reviewer memahami konteks
  • Menurunkan risiko bug masuk ke production
  • Menjadi dokumentasi historis keputusan teknis

Sebaliknya, PR tanpa struktur:

  • Sulit direview
  • Rentan salah paham
  • Sering lolos bug karena reviewer kelelahan

Anatomi Pull Request yang Baik #

Judul Pull Request #

Judul PR adalah ringkasan satu baris tentang apa yang berubah.

Ciri judul yang baik:

  • Singkat
  • Spesifik
  • Menggambarkan intent, bukan sekadar aktivitas

Contoh baik:

  • Add rate limiting to login endpoint
  • Fix race condition in order processing

Contoh buruk:

  • Update code
  • Fix bug
  • WIP

Deskripsi Pull Request #

Deskripsi adalah bagian terpenting dari PR. Di sinilah konteks hidup.

Minimal, deskripsi PR menjawab:

  • Apa yang berubah?
  • Kenapa perubahan ini diperlukan?
  • Bagaimana pendekatannya?

Struktur deskripsi yang umum dan efektif:

  • Latar belakang masalah
  • Solusi yang diambil
  • Alternatif yang dipertimbangkan (jika ada)
  • Dampak ke sistem lain

Scope Perubahan #

PR yang baik memiliki scope yang jelas dan terbatas.

Idealnya:

  • Satu PR = satu tujuan
  • Hindari “sekalian refactor” tanpa konteks

Scope yang jelas membantu reviewer fokus dan membuat keputusan lebih cepat.

Perubahan Kode (Code Changes) #

Ini adalah inti PR, tapi bukan satu-satunya bagian penting.

Prinsip utama:

  • Kode harus mudah dibaca
  • Naming jelas
  • Perubahan konsisten dengan arsitektur

Reviewer seharusnya bisa memahami why dari perubahan, bukan hanya what.

Test & Validasi #

Pull Request yang sehat menjelaskan bagaimana perubahan divalidasi.

Contoh:

  • Unit test ditambahkan / diperbarui
  • Manual test scenario
  • Screenshot atau log (jika relevan)

Ini memberi reviewer rasa aman bahwa perubahan sudah dipikirkan dampaknya.

Impact dan Risiko #

Perubahan sekecil apa pun bisa punya dampak besar.

PR yang baik menyebutkan:

  • Apakah ada breaking change
  • Apakah ada migrasi data
  • Risiko yang perlu diperhatikan saat deploy

Ini sangat membantu tim ops dan release.

Checklist Pull Request #

Checklist membantu konsistensi kualitas dan mengurangi human error saat review. Checklist di bawah ini lengkap dan eksplisit, dan bisa langsung dipakai sebagai PR template.

General #

  • Tujuan Pull Request dijelaskan dengan jelas
  • Scope perubahan sesuai dengan tujuan PR
  • Tidak ada perubahan di luar konteks PR
  • PR tidak menggabungkan beberapa tujuan berbeda

Code Quality #

  • Kode mudah dibaca dan dipahami
  • Penamaan variabel, fungsi, dan file jelas dan konsisten
  • Tidak ada kode mati (dead code)
  • Tidak ada kode sementara (debug log, TODO tanpa tiket, commented code)
  • Tidak ada duplikasi logika yang tidak perlu
  • Error handling sudah dipikirkan dengan baik

Testing & Validation #

  • Unit test ditambahkan atau diperbarui
  • Semua test lulus secara lokal / CI
  • Test mencakup skenario utama
  • Edge case penting sudah dipertimbangkan
  • Manual testing sudah dilakukan (jika relevan)

Architecture & Design #

  • Perubahan mengikuti arsitektur yang disepakati tim
  • Tidak menambah coupling yang tidak perlu
  • Abstraksi yang ditambahkan memang dibutuhkan
  • Tidak ada pelanggaran layering / boundary

Performance & Reliability #

  • Tidak menambah query / call yang tidak perlu
  • Dampak terhadap latency sudah dipertimbangkan
  • Potensi bottleneck sudah dianalisis
  • Perubahan aman terhadap retry / concurrency

Security #

  • Tidak ada data sensitif di-hardcode
  • Tidak ada data sensitif di-log
  • Validasi input sudah memadai
  • Tidak membuka celah security baru

Documentation & Ops #

  • Dokumentasi diperbarui (jika diperlukan)
  • Migration / deployment note dijelaskan dengan jelas
  • Tidak membutuhkan konfigurasi tersembunyi
  • Perubahan aman untuk rollback

Checklist ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan maturity tim, bukan diikuti secara dogmatis.


Contoh Pull Request Sederhana #

Judul:

Add retry mechanism to payment callback handler

Deskripsi:

Endpoint callback payment saat ini gagal total jika terjadi timeout dari downstream service.

Perubahan ini menambahkan retry dengan exponential backoff sebanyak 3 kali untuk meningkatkan reliability.

Tidak ada perubahan kontrak API.

Testing:

  • Unit test untuk retry scenario
  • Manual test dengan simulate timeout

Impact:

  • Menambah latency maksimal ~300ms pada kasus gagal

Best Practice Pull Request #

Buat PR Kecil dan Fokus #

PR kecil:

  • Lebih cepat direview
  • Lebih kecil risikonya
  • Lebih mudah di-rollback

Jika PR terasa besar, itu sinyal untuk dipecah.

Tulis PR untuk Manusia, Bukan Mesin #

Reviewer bukan compiler.

Gunakan bahasa yang:

  • Jelas
  • Kontekstual
  • Tidak mengasumsikan semua orang tahu isi kepala Anda

Jangan Takut Menjelaskan Hal yang Terlihat Jelas #

Apa yang jelas bagi penulis, sering tidak jelas bagi reviewer.

Penjelasan berlebih jauh lebih baik daripada asumsi.

Review Adalah Diskusi, Bukan Serangan #

Pull Request bukan ajang mencari kesalahan orang lain.

Budayakan:

  • Bertanya, bukan menuduh
  • Menjelaskan, bukan membela ego

PR yang sehat membangun kepercayaan tim.

Jadikan Pull Request sebagai Dokumentasi Hidup #

Beberapa bulan ke depan, orang akan membaca PR untuk memahami:

  • Kenapa keputusan ini diambil
  • Kenapa solusi ini dipilih

PR yang baik akan sangat berharga di masa depan.


Penutup #

Pull Request bukan sekadar tombol “Merge”.

Ia adalah:

  • Media komunikasi
  • Alat quality control
  • Dokumentasi keputusan engineering

Dengan memahami anatomi Pull Request dan menerapkan best practice, tim engineering bisa meningkatkan kualitas kode tanpa menambah birokrasi, hanya dengan memperbaiki cara berkomunikasi.

Pull Request yang baik bukan soal seberapa canggih kodenya, tapi seberapa jelas ia bisa dipahami oleh orang lain.

About | Author | Content Scope | Editorial Policy | Privacy Policy | Disclaimer | Contact