Code Review Meeting

Code Review Meeting #

Dalam banyak tim engineering, muncul pertanyaan yang tampak sederhana tapi dampaknya besar:

“Apakah code review perlu meeting khusus, atau cukup lewat pull request (PR) comment saja?”

Sebagian tim menjawab dengan kebiasaan:

  • Setiap PR → meeting
  • Review = baca kode bareng di call
  • Diskusi teknis selalu sinkron

Padahal, meeting adalah resource paling mahal dalam software development. Jika digunakan tanpa prinsip yang jelas, ia justru menjadi sumber inefisiensi, bukan peningkatan kualitas.

Artikel ini membahas:

  • Apa tujuan sebenarnya dari code review
  • Kenapa async review via PR comment seharusnya menjadi default
  • Kapan meeting memang dibutuhkan
  • Best practice membangun budaya code review yang sehat dan scalable

Apa Tujuan Utama Code Review? #

Sebelum membahas caranya, kita perlu sepakat dulu tujuannya.

Code review bukan bertujuan untuk:

  • Mengawasi engineer lain
  • Membuktikan siapa yang paling paham kode
  • Formalitas sebelum merge

Code review bertujuan untuk:

  1. Menjaga kualitas kode
  2. Mencegah bug dan edge case
  3. Menjaga konsistensi desain dan style
  4. Berbagi pengetahuan
  5. Mengurangi technical debt jangka panjang

Dengan tujuan seperti ini, pertanyaannya berubah dari:

“Perlu meeting atau tidak?”

menjadi:

“Metode mana yang paling efisien untuk mencapai tujuan ini?”


Default yang Sehat: Code Review Asynchronous via PR Comment #

Kenapa Async Review Harus Jadi Default? #

Code review pada dasarnya adalah aktivitas berpikir, bukan aktivitas diskusi real-time.

PR comment memungkinkan reviewer untuk:

  • Membaca kode tanpa tekanan waktu
  • Memahami konteks dengan tenang
  • Memberikan feedback yang lebih tajam dan terstruktur
  • Review di waktu fokus terbaik masing-masing engineer

Sementara itu, PR comment memberi:

  • Audit trail keputusan teknis
  • Referensi di masa depan
  • Dokumentasi implisit dari reasoning di balik kode

📌 Prinsip penting:

Jika feedback bisa disampaikan lewat komentar tertulis, maka meeting tidak diperlukan.


Contoh Review yang Idealnya Cukup via PR Comment #

  • Naming variabel / function
  • Struktur folder dan file
  • Readability dan clarity
  • Validasi input
  • Error handling
  • Test yang kurang atau tidak ada
  • Minor refactor
  • Pelanggaran style guide

Semua ini lebih efektif ditulis daripada dibicarakan.


Kenapa Meeting untuk Code Review Sering Jadi Masalah? #

Meeting bukan gratis.

Misalnya:

  • 6 engineer
  • 1 jam meeting

➡️ 6 jam waktu engineer habis dalam satu sesi

Jika meeting tersebut hanya:

  • Scroll kode bareng
  • Hening sambil baca
  • Komentar yang sebenarnya bisa ditulis

Maka itu adalah pemborosan sistemik.

Masalah umum code review via meeting #

  • Engineer pasif, hanya satu orang yang bicara
  • Review jadi dangkal karena waktu terbatas
  • Tidak ada dokumentasi diskusi
  • Fokus buyar karena multitasking
  • Engineer introvert kalah suara

Lalu, Kapan Meeting Code Review Dibutuhkan? #

Meeting bukan anti-pattern, tapi harus jadi pengecualian.

Berikut kondisi di mana meeting masuk akal dan justified.


Logic Sangat Kompleks atau Non-Trivial #

Contoh:

  • Concurrency & race condition
  • Event-driven flow dengan banyak side effect
  • State machine
  • Algoritma kompleks
  • Reactive / async pipeline

Kadang:

10 menit penjelasan langsung lebih efektif daripada 30 komentar bolak-balik

Meeting dipakai untuk klarifikasi cepat, bukan review baris demi baris.


Perbedaan Pendapat Desain (Bukan Bug) #

Jika diskusi sudah masuk ke:

  • Arsitektur
  • Responsibility boundary
  • Trade-off performa vs readability
  • Domain modeling

Ini bukan soal benar-salah, tapi keputusan desain.

Diskusi sinkron sering:

  • Lebih cepat
  • Mengurangi salah paham
  • Lebih manusiawi

Perubahan Besar atau High-Risk #

Contoh:

  • Core authentication
  • Payment / billing
  • Security layer
  • Refactor besar
  • Migrasi arsitektur

Meeting di sini berfungsi sebagai:

  • Risk mitigation
  • Alignment antar engineer
  • Sarana memastikan semua asumsi eksplisit

Mentoring & Knowledge Sharing #

Meeting review juga masuk akal untuk:

  • Junior engineer
  • Onboarding
  • Pengenalan pattern baru
  • Sharing konteks bisnis

Namun ini bukan sekadar code review, tapi mentoring session.


Best Practice Code Review yang Seimbang #

Async-First, Meeting-Second #

Flow yang sehat:

  1. PR dibuat dengan deskripsi jelas
  2. Reviewer memberikan komentar async
  3. Jika diskusi buntu → baru eskalasi ke meeting

Meeting adalah lanjutan, bukan pengganti.


PR Harus Kecil dan Fokus #

PR besar adalah penyebab utama “review perlu meeting”.

Best practice:

  • Satu PR = satu tujuan
  • Hindari campur refactor + fitur
  • Split PR besar menjadi beberapa bagian logis

Semakin kecil PR → semakin kecil kebutuhan meeting.


Meeting Harus Timeboxed & Beragenda #

Jika meeting diperlukan:

  • Maksimal 15–30 menit
  • Agenda jelas (2–3 isu utama)
  • Tidak membaca kode dari awal
  • Fokus ke poin yang diperdebatkan

Meeting tanpa agenda = bau inefisiensi.


Tetap Tinggalkan Jejak Tertulis #

Hasil meeting harus:

  • Dirangkum di PR comment
  • Atau ditulis di description

Agar:

  • Engineer lain paham konteks
  • Keputusan tidak hilang
  • Tidak perlu diskusi ulang di masa depan

Anti-Pattern yang Perlu Dihindari 🚨 #

  • ❌ Setiap PR wajib meeting
  • ❌ Review hanya dilakukan di meeting, tanpa comment
  • ❌ Meeting demi “kolaborasi”, bukan kebutuhan
  • ❌ Code review jadi ritual, bukan proses berpikir

Biasanya ini tanda:

  • Trust rendah
  • PR terlalu besar
  • Kultur takut salah
  • Micromanagement terselubung

Penutup #

Code review adalah aktivitas intelektual, bukan aktivitas rapat.

Meeting:

  • Mahal
  • Melelahkan
  • Dan harus digunakan dengan sadar

Prinsip utamanya sederhana:

Gunakan PR comment sebagai default. Gunakan meeting hanya saat async review sudah tidak efektif.

Atau versi singkatnya:

“Meeting bukan solusi untuk code review yang buruk.”

About | Author | Content Scope | Editorial Policy | Privacy Policy | Disclaimer | Contact