Fundamental

Fundamental #

Dalam software engineering modern, Pull Request (PR) dan Code Review bukan sekadar ritual sebelum merge code. Keduanya adalah mekanisme kontrol kualitas, media kolaborasi, dan alat pembelajaran kolektif yang sangat fundamental. Tim yang memahami esensi PR dan code review biasanya memiliki codebase yang lebih sehat, knowledge sharing yang lebih merata, dan risiko bug yang jauh lebih kecil.

Artikel ini membahas fundamental pull request dan code review: apa itu, tujuannya, nilai pentingnya, filosofi di baliknya, prinsip-prinsip yang perlu dijaga, serta best practice yang relevan untuk tim engineering.


Apa Itu Pull Request? #

Pull Request (PR) adalah mekanisme untuk mengajukan perubahan kode dari sebuah branch ke branch lain (biasanya ke main atau develop) agar:

  • Perubahan dapat ditinjau oleh engineer lain
  • Terjadi diskusi teknis sebelum kode menjadi bagian dari codebase utama
  • Kualitas, konsistensi, dan dampak perubahan dapat dikontrol

PR bukan sekadar “izin merge”, tetapi kontrak sosial antar engineer bahwa perubahan tersebut siap dilihat, diuji, dan dipertanggungjawabkan.


Apa Itu Code Review? #

Code Review adalah proses meninjau perubahan kode dalam pull request dengan tujuan:

  • Memastikan kode benar secara logika
  • Menjaga standar kualitas dan arsitektur
  • Mendeteksi bug, security issue, dan edge case lebih awal
  • Menyebarkan pengetahuan dan konteks sistem ke seluruh tim

Code review adalah aktivitas kolaboratif, bukan audit personal.


Tujuan Pull Request & Code Review #

1. Menjaga Kualitas Kode #

PR dan code review berfungsi sebagai quality gate sebelum kode masuk ke production.

2. Mengurangi Single Point of Failure #

Tidak ada kode kritikal yang hanya dipahami oleh satu orang.

3. Meningkatkan Maintainability #

Kode yang direview cenderung lebih:

  • Readable
  • Konsisten
  • Mudah di-refactor

4. Media Knowledge Sharing #

Reviewer belajar dari pendekatan penulis, dan sebaliknya.

5. Risk Mitigation #

Bug besar lebih murah dicegah di PR dibanding diperbaiki di production.


Nilai Penting Pull Request & Code Review #

✅ Kualitas Lebih Konsisten #

Standar tim terjaga tanpa bergantung pada individu tertentu.

✅ Keputusan Teknis Lebih Matang #

Diskusi di PR mendokumentasikan why, bukan hanya what.

✅ Onboarding Engineer Lebih Cepat #

Engineer baru belajar sistem melalui PR historis.

✅ Budaya Engineering yang Sehat #

Diskusi terbuka, saling belajar, dan tidak defensif.


Filosofi Dasar Pull Request & Code Review #

1. Code is a Team Asset #

Kode bukan milik individu, tetapi milik tim.

2. Review the Code, Not the Person #

Yang dikritik adalah implementasi, bukan orangnya.

3. Early Feedback is Cheaper #

Semakin cepat feedback diberikan, semakin murah biayanya.

4. Clarity Over Cleverness #

Kode yang jelas lebih berharga daripada kode yang pintar tapi sulit dipahami.

5. PR is a Conversation #

PR bukan checklist, tapi ruang diskusi teknis.


Prinsip-Prinsip Fundamental Pull Request #

Perubahan Harus Fokus #

Satu PR idealnya menjawab satu masalah utama.

❌ Feature + refactor besar + formatting ✅ Feature dengan refactor minimal yang relevan

PR Harus Bisa Dibaca #

Reviewer harus bisa memahami PR tanpa membuka 10 file lain.

Konteks Lebih Penting dari Kode #

Deskripsi PR sama pentingnya dengan kodenya.

Siap Direview, Bukan Sekadar Selesai Coding #

PR dibuat setelah:

  • Test dijalankan
  • Linting lolos
  • Self-review dilakukan

Prinsip-Prinsip Fundamental Code Review #

1. Review untuk Membantu, Bukan Mencari Salah #

Tujuan review adalah meningkatkan kualitas bersama.

2. Prioritaskan Hal Penting #

Fokus utama:

  1. Bug
  2. Security
  3. Design & arsitektur
  4. Readability
  5. Style (opsional)

3. Jelaskan Why #

Komentar tanpa konteks sering ditolak.

❌ “Ini jelek” ✅ “Pendekatan ini sulit di-maintain karena…”

4. Bersikap Objektif #

Gunakan referensi:

  • Coding guideline
  • RFC
  • Best practice tim

Best Practice Pull Request #

1. Ukuran PR Kecil & Terukur #

  • Ideal: < 300 baris perubahan
  • PR kecil lebih cepat dan akurat direview

2. Deskripsi PR yang Baik #

Minimal berisi:

  • Latar belakang
  • Perubahan utama
  • Dampak ke sistem
  • Cara testing

3. Gunakan Template PR #

Template membantu konsistensi dan kelengkapan konteks.

4. Sertakan Test #

PR tanpa test adalah technical debt in disguise.

5. Jangan Takut Draft PR #

Gunakan Draft PR untuk diskusi awal desain.


Best Practice Code Review #

1. Review Tepat Waktu #

PR yang lama direview = context switch mahal.

2. Gunakan Label atau Tingkat Urgensi #

Contoh:

  • blocking
  • suggestion
  • nitpick

3. Bedakan Wajib vs Opsional #

Tidak semua komentar harus ditindaklanjuti.

4. Apresiasi yang Baik #

Komentar positif meningkatkan kualitas diskusi.

5. Akhiri dengan Keputusan Jelas #

  • Approve
  • Request changes
  • Follow-up

Anti-Pattern yang Harus Dihindari #

  • PR terlalu besar
  • Review hanya fokus style
  • Komentar pasif-agresif
  • PR tanpa konteks
  • Reviewer hanya bilang “LGTM” tanpa membaca

Penutup #

Pull request dan code review bukanlah proses administratif, melainkan fondasi kolaborasi engineering. Tim yang memahami filosofi dan prinsipnya akan mendapatkan:

  • Kode lebih berkualitas
  • Risiko lebih rendah
  • Engineer yang terus berkembang

Jika PR dan code review terasa menyakitkan, biasanya bukan prosesnya yang salah — tetapi cara kita memaknainya.

Great code is rarely written alone.

About | Author | Content Scope | Editorial Policy | Privacy Policy | Disclaimer | Contact