Small vs Big Pull Request #
Pull Request (PR) adalah jantung dari kolaborasi dalam software engineering modern. Melalui PR, perubahan kode direview, didiskusikan, diuji, dan akhirnya digabungkan ke codebase utama. Namun, satu pertanyaan klasik yang hampir selalu muncul di setiap tim engineering adalah:
Lebih baik membuat Small Pull Request atau Big Pull Request?
Artikel ini akan membahas dasar berpikir di balik small vs big pull request, mengapa topik ini sangat penting bagi kualitas engineering dan kecepatan delivery, serta best practice yang bisa dijadikan rujukan oleh tim.
Apa Itu Small Pull Request? #
Small Pull Request adalah PR dengan perubahan kode yang relatif kecil dan terfokus. Biasanya:
- Mengubah satu fitur kecil atau satu concern
- Jumlah file terbatas
- Jumlah baris perubahan (diff) relatif sedikit
- Mudah dipahami dalam satu kali review
Contoh:
- Menambahkan validasi input pada satu endpoint
- Refactor kecil pada satu fungsi
- Menambah satu unit test untuk satu kasus
Apa Itu Big Pull Request? #
Big Pull Request adalah PR dengan perubahan besar dan kompleks. Biasanya:
- Mengubah banyak file sekaligus
- Menggabungkan beberapa concern atau fitur
- Diff sangat panjang
- Membutuhkan konteks sistem yang luas untuk dipahami
Contoh:
- Migrasi arsitektur
- Perubahan schema database + logic bisnis + API sekaligus
- Implementasi fitur besar end-to-end dalam satu PR
Dasar Berpikir: Kenapa Small vs Big PR Itu Ada? #
Perbedaan ini bukan soal “benar vs salah”, tapi soal cara tim mengelola risiko, kompleksitas, dan alur kolaborasi.
1. Cara Otak Manusia Memproses Informasi #
Reviewer adalah manusia, bukan compiler.
- Otak manusia lebih mudah memahami perubahan kecil
- Diff besar meningkatkan cognitive load
- Semakin besar PR, semakin besar kemungkinan reviewer melewatkan bug
2. Risiko dan Blast Radius #
- Small PR → risiko kecil, dampak terlokalisasi
- Big PR → sekali gagal, dampaknya bisa ke banyak bagian sistem
3. Feedback Loop #
- Small PR mempercepat feedback
- Big PR memperlambat diskusi, review, dan approval
4. Alur Kerja Tim (Flow) #
- PR kecil menjaga flow tetap lancar
- PR besar sering menjadi bottleneck
Kenapa Ini Penting dalam Software Engineering? #
1. Kualitas Code Review #
Code review bukan sekadar formalitas.
- Small PR memungkinkan reviewer fokus pada intent perubahan
- Diskusi lebih dalam dan berkualitas
- Bug dan design issue lebih mudah ditemukan
2. Kecepatan Delivery #
Ironisnya, PR kecil justru membuat delivery lebih cepat:
- Lebih cepat direview
- Lebih cepat di-merge
- Lebih jarang rework
3. Stabilitas Sistem #
- Small PR lebih mudah diuji
- Jika terjadi issue, rollback lebih aman
- Lebih mudah melakukan bisect ketika ada bug
4. Budaya Kolaborasi yang Sehat #
- Reviewer tidak merasa “terbebani”
- Author tidak defensif
- Diskusi lebih objektif dan konstruktif
Kapan Big Pull Request Sulit Dihindari? #
Walaupun small PR adalah ideal, ada kondisi di mana big PR hampir tidak terelakkan:
- Migrasi framework atau major refactor
- Perubahan kontrak API secara menyeluruh
- Upgrade dependency besar yang berdampak luas
Catatan penting:
Big PR boleh terjadi, tapi harus disengaja, bukan karena malas memecah pekerjaan.
Best Practice: Mengelola Small vs Big Pull Request #
1. Default ke Small Pull Request #
Jadikan ini sebagai prinsip dasar tim:
- Jika bisa dipecah, pecah
- Jika ragu, lebih baik terlalu kecil daripada terlalu besar
2. Satu PR = Satu Intent #
Pastikan satu PR hanya menjawab satu pertanyaan:
“Perubahan apa yang ingin dicapai PR ini?”
Jika jawabannya lebih dari satu, itu tanda PR terlalu besar.
3. Gunakan Feature Flag #
Untuk fitur besar:
- Merge perubahan kecil secara bertahap
- Aktifkan fitur lewat flag
- Hindari long-lived branch
4. Pisahkan Refactor dan Behavior Change #
Hindari:
- Refactor + perubahan logic dalam satu PR
Lebih baik:
- PR 1: Refactor (tanpa perubahan behavior)
- PR 2: Perubahan logic / fitur
5. Beri Konteks yang Jelas di Deskripsi PR #
Terutama untuk PR yang besar:
- Tujuan perubahan
- Scope yang disentuh
- Hal yang perlu difokuskan reviewer
6. Batasi Ukuran PR Secara Sosial, Bukan Kaku #
Bukan soal angka absolut (misalnya 300 LOC), tapi:
- Apakah masih bisa direview dengan nyaman?
- Apakah reviewer bisa memahami tanpa meeting tambahan?
7. Untuk Big PR: Tingkatkan Disiplin #
Jika big PR tak terhindarkan:
- Tambahkan design doc / RFC
- Pecah review menjadi beberapa sesi
- Tandai bagian kode yang krusial
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari #
- “Biar sekalian” → PR jadi monster
- Menunda PR terlalu lama → makin besar dan menakutkan
- Reviewer hanya approve karena capek membaca
Ini bukan masalah individu, tapi masalah sistem kerja tim.
Penutup #
Small vs Big Pull Request bukan sekadar preferensi personal, tapi refleksi dari kedewasaan engineering culture.
Tim yang sehat biasanya:
- Mendorong small PR
- Sadar risiko big PR
- Memiliki mekanisme untuk menangani keduanya dengan bijak
Ingat:
Pull Request bukan hanya alat untuk merge kode, tapi alat untuk berpikir bersama.
Ukuran PR akan sangat menentukan seberapa efektif proses berpikir itu terjadi.