1-on-1 #
Di banyak komunitas engineering—termasuk di Indonesia—istilah 1-on-1 session sering kali memiliki konotasi negatif. Tidak jarang 1-on-1 dipersepsikan sebagai:
- “Ada masalah apa?”
- “Apakah performaku buruk?”
- “Apakah aku akan ditegur atau dinilai?”
Padahal, dalam praktik software engineering modern dan organisasi teknologi yang matang, 1-on-1 bukan sesi interogasi, bukan sesi evaluasi sepihak, dan bukan hanya untuk orang bermasalah.
Artikel ini bertujuan meluruskan persepsi tersebut dan membantu komunitas engineering memahami apa itu 1-on-1, tujuan aslinya, nilai pentingnya, jenis-jenis sync-up, serta best practice baik bagi pemberi maupun penerima 1-on-1.
Apa Itu 1-on-1 Session? #
1-on-1 session adalah pertemuan rutin antara dua individu—1:1, biasanya engineer dengan:
- Engineering Manager
- Tech Lead
- Product Manager
- Mentor
Tujuan utamanya bukan membahas task harian, melainkan:
- Komunikasi dua arah yang aman
- Penyelarasan ekspektasi
- Pengembangan individu
- Pencegahan masalah sebelum menjadi besar
1-on-1 adalah investment conversation, bukan status meeting.
Tujuan Utama 1-on-1 dalam Engineering #
Membangun Psychological Safety #
Engineer perlu ruang aman untuk berbicara jujur tanpa takut dihakimi.
Tanpa psychological safety:
- Masalah disembunyikan
- Burnout tidak terdeteksi
- Konflik laten meledak tiba-tiba
1-on-1 adalah tempat aman untuk mengatakan:
- “Aku lagi kewalahan”
- “Aku bingung dengan arah teknis ini”
- “Aku tidak setuju, tapi takut bicara di forum besar”
Menjaga Alignment, Bukan Micromanagement #
1-on-1 bukan untuk mengontrol, tetapi untuk memastikan:
- Ekspektasi jelas
- Prioritas tidak salah arah
- Engineer paham why, bukan hanya what
Alignment yang buruk sering disalahartikan sebagai masalah performa individu, padahal akar masalahnya adalah komunikasi.
Early Warning System #
Banyak masalah engineering muncul perlahan:
- Motivasi menurun
- Kualitas kode turun
- Komunikasi pasif
1-on-1 berfungsi sebagai radar dini, bukan alat hukuman.
Tim yang baik bukan tim tanpa masalah, tapi tim yang cepat mendeteksi masalah.
Career & Skill Growth #
Engineer bukan mesin delivery.
1-on-1 adalah tempat membahas:
- Arah karier (IC vs leadership)
- Skill teknis & non-teknis
- Learning path
- Exposure & opportunity
Tanpa forum ini, pertumbuhan sering bergantung pada kebetulan.
Nilai Penting 1-on-1 bagi Organisasi #
Dari Perspektif Engineer #
- Merasa didengar
- Lebih percaya pada manajemen
- Lebih berani menyampaikan ide
- Lebih jelas arah karier
Dari Perspektif Manager / Lead #
- Mengurangi konflik laten
- Mengurangi churn
- Meningkatkan performa jangka panjang
- Mencegah burnout
Banyak engineer resign bukan karena gaji, tapi karena tidak pernah didengar.
Jenis-Jenis 1-on-1 / Sync-Up dalam Engineering #
Regular 1-on-1 (Weekly / Bi-weekly) #
Tujuan: menjaga komunikasi dan kondisi individu.
Fokus:
- Perasaan & kondisi kerja
- Hambatan non-teknis
- Refleksi singkat
Bukan:
- Report task harian
Career Development 1-on-1 #
Tujuan: membahas masa depan engineer.
Topik:
- Aspirasi karier
- Gap skill
- Target 6–12 bulan
- Mentorship
Biasanya dilakukan:
- Quarterly
- Semi-annually
Feedback-focused 1-on-1 #
Tujuan: feedback dua arah.
Ciri penting:
- Bukan hanya top-down
- Engineer juga memberi feedback ke manager
Feedback yang sehat selalu dua arah.
Problem-solving / Coaching 1-on-1 #
Tujuan: membantu engineer berpikir, bukan memberi jawaban instan.
Digunakan saat:
- Engineer stuck
- Ada konflik
- Ada keputusan sulit
Fokus pada:
- Pertanyaan terbuka
- Guiding, bukan judging
Ad-hoc 1-on-1 #
Tujuan: respons cepat terhadap situasi tertentu.
Contoh:
- Setelah incident besar
- Setelah perubahan organisasi
- Setelah feedback sensitif
Kenapa 1-on-1 Sering Berkonotasi Negatif? #
Beberapa penyebab umum:
Budaya organisasi yang reaktif
- 1-on-1 hanya dilakukan saat ada masalah
Pengalaman buruk masa lalu
- 1-on-1 = dimarahi
Manager tidak terlatih
- Mengubah 1-on-1 jadi sesi evaluasi sepihak
Tidak ada konteks & transparansi
- Engineer tidak tahu tujuan sesi
Masalahnya bukan pada 1-on-1, tapi pada cara menjalankannya.
Best Practice 1-on-1 (Untuk Manager / Lead) #
Konsisten & Terjadwal #
- Jangan hanya muncul saat ada masalah
- Konsistensi = rasa aman
Lebih Banyak Mendengar #
Rule sederhana:
- 70% engineer berbicara
- 30% manager berbicara
Jangan Jadikan Status Meeting #
Jika isinya:
- “Task apa saja minggu ini?”
Itu bukan 1-on-1, itu daily meeting versi privat.
Jaga Confidentiality #
Apa yang dibahas di 1-on-1 bukan konsumsi publik.
Transparan Soal Tujuan #
Sampaikan di awal:
“Ini sesi untuk kamu, bukan evaluasi.”
Best Practice 1-on-1 (Untuk Engineer) #
Datang dengan Topik #
Gunakan sesi ini untuk:
- Bertanya
- Mengklarifikasi
- Curhat profesional
Jujur tapi Profesional #
1-on-1 bukan tempat menyerang, tapi tempat terbuka.
Gunakan untuk Growth #
Bicarakan:
- Apa yang ingin dipelajari
- Apa yang menghambat
Beri Feedback ke Atasan #
Jika tidak nyaman:
- Sampaikan dengan konteks
- Fokus pada perilaku, bukan personal
Penutup: Mengubah Mindset tentang 1-on-1 #
1-on-1 bukan tanda kamu bermasalah.
Justru:
- Organisasi yang matang rutin melakukan 1-on-1
- Engineer yang peduli growth memanfaatkan 1-on-1
Jika kita ingin komunitas engineering yang sehat:
- Kita perlu lebih banyak dialog
- Lebih sedikit asumsi
- Dan lebih banyak ruang aman
1-on-1 bukan tentang “apa yang salah denganmu”, tapi tentang “bagaimana kita bisa lebih baik bersama”.