Release Document #
Dalam pengembangan software modern berbasis Agile / Scrum, proses rilis tidak lagi terjadi secara besar dan jarang, melainkan kecil, terukur, dan rutin di setiap sprint. Di sinilah release document per sprint memegang peranan penting.
Release document bukan sekadar catatan rilis, tetapi sumber kebenaran (single source of truth) yang menjelaskan apa yang berubah, kenapa berubah, dan dampaknya ke sistem maupun pengguna pada satu sprint tertentu.
Artikel ini membahas secara mendetail apa itu release document per sprint, isinya, tujuannya, kenapa penting, serta best practice penerapannya.
Apa Itu Release Document (Per Sprint) #
Release document per sprint adalah dokumen yang dibuat setiap akhir sprint (atau sebelum deployment ke environment tertentu) yang berisi ringkasan apa saja yang dideploy pada sprint tersebut.
Dokumen ini biasanya mencakup:
- Fitur baru
- Perubahan behavior
- Bug fix
- Perubahan konfigurasi
- RFC atau keputusan teknis
- Risiko dan catatan penting
Release document ini bersifat:
- Ringkas tapi jelas
- Teknis dan non-teknis friendly
- Bisa dibaca oleh engineer, QA, PM, hingga stakeholder
Komponen Utama Release Document #
Informasi Umum Sprint #
Berisi metadata dasar:
- Sprint name / number
- Tanggal rilis
- Environment (staging / production)
- PIC / release owner
Contoh:
- Sprint: Sprint 42
- Release Date: 27 Januari 2026
- Environment: Production
Link Board (Task / Issue Tracking) #
Release document harus selalu mengacu ke board resmi (Jira, Linear, Trello, GitHub Projects, dll).
Isi bagian ini:
- Link ke sprint board
- Status sprint (done / partially done)
Tujuan:
- Semua perubahan bisa ditelusuri ke task yang jelas
- Menghindari “ghost change” (perubahan tanpa task)
Link RFC (Request for Comments) #
Jika sprint mengandung perubahan besar atau keputusan teknis penting, wajib disertai RFC.
RFC biasanya mencakup:
- Masalah yang ingin diselesaikan
- Opsi solusi
- Dampak ke sistem
- Keputusan final
Release document tidak perlu mengulang isi RFC, cukup:
- Judul RFC
- Link ke dokumen RFC
Manfaat:
- Engineer baru bisa memahami konteks perubahan
- Keputusan teknis terdokumentasi dengan baik
Apa Saja yang Dideploy #
Ini adalah bagian paling penting.
Pada bagian ini, release document tidak hanya menjelaskan apa yang berubah, tetapi juga di service dan komponen sistem mana perubahan itu terjadi. Ini sangat membantu saat incident, debugging, dan impact analysis.
Biasanya dibagi menjadi beberapa kategori:
a. New Features #
Cantumkan fitur baru beserta service / komponen yang terlibat.
Contoh:
Fitur Export Laporan Bulanan
- Service:
report-service - Komponen: API, Background Worker
- Service:
b. Behavior Change #
Perubahan logic atau perilaku existing yang berpotensi berdampak ke sistem lain.
Contoh:
Perubahan validasi status order sebelum payment
- Service:
order-service - Komponen: API
- Service:
c. Bug Fixes #
Bug yang diperbaiki dan lokasi sistemnya.
Contoh:
Fix race condition saat update status order
- Service:
order-service - Komponen: API, Database Transaction
- Service:
d. Technical / Infra Changes #
Perubahan non-fungsional yang tetap perlu diketahui semua pihak.
Contoh:
Penambahan index pada tabel
orders- Service:
order-service - Komponen: Database
- Service:
Penyesuaian timeout worker
- Service:
payment-worker - Komponen: Background Job
- Service:
e. Service & System Components Impact Summary #
Ringkasan cepat untuk melihat area sistem yang terdampak dalam satu sprint.
Contoh:
Services impacted:
user-serviceorder-servicereport-service
System components impacted:
- API
- Background Worker
- Database
- Cache
Manfaat bagian ini:
- Engineer on-call langsung tahu area yang perlu dimonitor
- QA bisa fokus regression testing
- Tim infra tahu komponen mana yang perlu diawasi
Catatan penting:
- Jangan copy-paste commit log
- Fokus pada impact, bukan implementasi detail
Database & Migration Notes #
Jika ada perubahan DB:
- Apakah ada migration
- Apakah backward compatible
- Apakah ada potensi locking / downtime
Ini penting untuk:
- Tim backend
- Tim infra
- On-call engineer
Risiko & Rollback Plan #
Setiap release selalu punya risiko, sekecil apa pun.
Dokumen ini sebaiknya mencantumkan:
- Risiko utama
- Area yang perlu dimonitor
- Cara rollback (manual / automated)
Ini sangat krusial saat incident terjadi.
Tujuan Release Document #
Transparansi #
Semua orang tahu:
- Apa yang berubah
- Kenapa berubah
- Siapa yang bertanggung jawab
Traceability #
Dari production issue, kita bisa menelusuri:
- Release mana
- Sprint mana
- Task mana
Knowledge Sharing #
Release document menjadi arsip pengetahuan jangka panjang.
Kenapa Release Document Itu Penting #
Tanpa Release Document #
- Engineer bingung saat incident
- Stakeholder tidak tahu apa yang rilis
- Debugging lama
- Knowledge hilang saat engineer resign
Dengan Release Document #
- Incident response lebih cepat
- Onboarding engineer lebih mudah
- Keputusan teknis terdokumentasi
- Tim lebih disiplin
Best Practice Release Document #
1. Dibuat Setiap Sprint (No Exception) #
Walaupun sprint kecil, tetap buat dokumen.
2. Gunakan Template Konsisten #
Template yang sama membuat:
- Mudah dibaca
- Mudah dibandingkan antar sprint
3. Jangan Terlalu Teknis #
Release document bukan design doc.
Gunakan bahasa:
- Singkat
- Jelas
- Berorientasi dampak
4. Wajib Ada Link #
Semua klaim harus bisa ditelusuri:
- Task
- RFC
- PR
5. Satu Release = Satu Dokumen #
Jangan menggabungkan beberapa sprint dalam satu dokumen.
Keuntungan Nyata bagi Tim #
Untuk Engineer #
- Debugging lebih cepat
- Tidak mengandalkan ingatan
- Lebih percaya diri saat release
Untuk QA #
- Tahu area mana yang perlu dites
- Fokus regression
Untuk PM & Stakeholder #
- Visibility tinggi
- Mudah tracking progress
Untuk Tim Secara Keseluruhan #
- Budaya engineering lebih matang
- Proses rilis lebih terkontrol
- Risiko produksi menurun
Penutup #
Release document per sprint mungkin terlihat seperti pekerjaan tambahan, tetapi dalam jangka panjang justru menghemat waktu, energi, dan biaya.
Tim yang disiplin mendokumentasikan rilis biasanya:
- Lebih scalable
- Lebih stabil
- Lebih siap menghadapi incident
Jika tim Anda ingin naik level dalam engineering maturity, mulailah dari release document yang konsisten dan berkualitas.