Sprint #
Dalam software engineering modern, sprint adalah jantung dari metodologi Scrum. Sprint bukan sekadar periode waktu untuk “mengerjakan task”, melainkan sebuah mini project yang terstruktur, terukur, dan berorientasi pada value delivery.
Artikel ini disusun sebagai rujukan praktis (best practice reference) untuk memahami:
- Apa itu sprint dan hubungannya dengan Scrum
- Aktivitas apa saja yang terjadi di dalam sprint
- Tujuan, output, dan kesalahan umum di tiap aktivitas
Artikel ini cocok untuk engineer, tech lead, product manager, maupun scrum master.
Apa Itu Sprint? #
Sprint adalah periode waktu tetap (time-boxed) di dalam Scrum, biasanya:
- 1 minggu
- 2 minggu (paling umum)
- Maksimal 4 minggu
Dalam satu sprint, tim bertujuan menghasilkan Increment: fitur atau improvement yang:
- Sudah selesai (Done)
- Bisa di-deploy (atau minimal siap deploy)
- Memberikan nilai bisnis
Sprint bersifat:
- Konsisten (durasi tidak berubah-ubah)
- Predictable (scope disesuaikan dengan kapasitas tim)
- Iteratif & Incremental
Tujuan Sprint & Scrum (Bagian yang Paling Sering Disalahpahami) #
Bagian ini sengaja diletakkan di awal karena inilah sumber kesalahpahaman terbesar dalam penerapan Scrum di banyak tim.
Banyak tim menjalankan semua ritual Scrum — planning, daily, review — namun kehilangan esensi utamanya: tujuan sprint itu sendiri.
Tujuan Sebenarnya Sprint #
Sprint bukan bertujuan untuk:
- Menghabiskan semua task di sprint backlog
- Mengejar velocity setinggi mungkin
- Memenuhi janji ke manajemen
Sprint bertujuan untuk:
Menghasilkan Increment yang bernilai dan dapat digunakan, lalu mendapatkan feedback secepat mungkin.
Sprint adalah mekanisme untuk:
- Mengurangi risiko
- Menguji asumsi bisnis
- Belajar lebih cepat
Jika tidak ada learning atau feedback di akhir sprint, maka sprint tersebut gagal secara filosofis, meskipun semua task selesai.
Tujuan Scrum sebagai Framework #
Scrum diciptakan untuk mengelola kompleksitas, bukan untuk membuat tim “sibuk”.
Dari Scrum Guide:
“Scrum is a lightweight framework that helps people, teams and organizations generate value through adaptive solutions for complex problems.”
Artinya:
- Scrum fokus pada value, bukan output
- Scrum mengasumsikan ketidakpastian itu normal
- Scrum memaksa tim untuk beradaptasi terus-menerus
Sprint Goal adalah Pusat Segalanya #
Sprint Goal adalah alasan kenapa sprint ada.
Sprint Goal:
- Bukan daftar task
- Bukan deadline tersembunyi
- Bukan kontrak kaku
Sprint Goal adalah:
- Masalah yang ingin diselesaikan
- Value yang ingin diuji/dikirim
- Arah bersama tim
Contoh Sprint Goal yang baik:
- “User bisa menyelesaikan checkout tanpa bantuan customer support”
- “Mengurangi waktu load halaman utama sebesar 30%”
Contoh Sprint Goal yang buruk:
- “Menyelesaikan 15 task”
- “Implementasi fitur A, B, C”
Kenapa Fokus ke Sprint Goal Itu Krusial #
Dengan Sprint Goal:
- Tim bisa melakukan trade-off saat ada hambatan
- Scope bisa berubah tanpa kehilangan arah
- Tim fokus menyelesaikan masalah, bukan task
Tanpa Sprint Goal:
- Tim hanya mengejar status “Done”
- Overcommit sering terjadi
- Sprint berubah jadi mini waterfall
Sprint Bukan Kontrak, Tapi Eksperimen #
Dalam Scrum, sprint adalah eksperimen terkontrol.
Dari Agile Manifesto:
“Responding to change over following a plan.”
Sprint memberikan ruang aman untuk:
- Mencoba solusi
- Gagal lebih cepat
- Memperbaiki arah sebelum terlambat
Sprint yang baik boleh gagal secara teknis, tapi tidak boleh gagal untuk belajar.
Kesalahan Pola Pikir yang Paling Umum #
- Sprint = janji mutlak
- Semua story harus selesai
- Velocity adalah target
- Scope tidak boleh berubah
Pola pikir yang benar:
- Sprint = komitmen pada goal, bukan scope
- Story boleh dibuang jika tidak relevan
- Velocity adalah metrik observasi, bukan KPI
Ringkasan Tujuan Sprint & Scrum #
Sprint & Scrum ada untuk:
- Mengirim value lebih cepat
- Mengurangi risiko besar
- Membuat masalah terlihat lebih awal
- Membantu tim dan bisnis belajar
Jika sprint hanya menghasilkan:
- Task selesai
- Tapi tidak ada feedback
Maka Scrum hanya tinggal ritual kosong.
Hubungan Sprint dengan Scrum #
Scrum adalah framework, sprint adalah container-nya.
Di dalam satu sprint, Scrum mendefinisikan aktivitas berikut:
- Product Backlog Refinement (Sprint Grooming)
- Sprint Planning
- Sprint Execution (Development & Testing)
- Test / Scenario Review
- Sprint Review
- Sprint Retrospective
Semua aktivitas ini bertujuan memastikan:
- Tim mengerjakan hal yang benar
- Dengan cara yang efisien
- Dan terus berkembang dari sprint ke sprint
Product Backlog Refinement (Sprint Grooming) #
Apa Itu Sprint Grooming? #
Sprint Grooming (atau Product Backlog Refinement) adalah aktivitas menyiapkan backlog agar siap dikerjakan di sprint mendatang.
Biasanya dilakukan:
- Di tengah sprint berjalan
- 1–2 kali per sprint
Tujuan Utama #
- Backlog jelas, tidak ambigu
- Story cukup kecil untuk dikerjakan
- Prioritas sudah disepakati
Aktivitas yang Dilakukan #
- Membahas user story secara detail
- Klarifikasi requirement dengan Product Owner
- Memecah story besar menjadi kecil
- Estimasi effort (Story Point)
- Mengidentifikasi dependency & risiko
Output yang Diharapkan #
- Backlog “Ready”
- Story memenuhi Definition of Ready (DoR)
Anti-Pattern Umum #
- Grooming dilakukan saat sprint planning
- Story belum jelas tapi tetap diambil
- Estimasi tanpa diskusi teknis
Sprint Planning #
Apa Itu Sprint Planning? #
Sprint Planning adalah kickoff resmi sprint, di mana tim menentukan apa yang akan dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya.
Durasi umum:
- Sprint 2 minggu → 2–4 jam
Tujuan Utama #
- Menentukan Sprint Goal
- Memilih backlog item yang realistis
Aktivitas yang Dilakukan #
- Review kapasitas tim
- Memilih user story dari backlog
- Breakdown task teknis
- Diskusi pendekatan implementasi
Sprint Planning menjawab dua pertanyaan besar:
- What can be delivered in this sprint?
- How will the work be done?
Output yang Diharapkan #
- Sprint Goal yang jelas
- Sprint Backlog
- Komitmen tim
Anti-Pattern Umum #
- Sprint Goal terlalu umum
- Overcommit karena tekanan deadline
- Planning berubah jadi desain meeting panjang
Sprint Execution (Development & Testing) #
Apa Itu Sprint Execution? #
Fase di mana tim mengerjakan sprint backlog hingga selesai sesuai Definition of Done.
Aktivitas yang Dilakukan #
- Development (coding)
- Unit test & integration test
- Code review
- Daily Scrum (standup)
Daily Scrum #
Meeting harian (maks 15 menit) untuk:
- Apa yang dikerjakan kemarin
- Apa yang dikerjakan hari ini
- Hambatan (blocker)
Daily Scrum bukan status report ke manager, tapi sinkronisasi tim.
Best Practice #
- Fokus menyelesaikan story, bukan sibuk memulai banyak task
- Hindari context switching
- Selalu jaga kualitas sejak awal
Test / Scenario Review #
Apa Itu Test Scenario Review? #
Aktivitas review skenario test untuk memastikan implementasi sesuai ekspektasi bisnis dan edge case.
Biasanya melibatkan:
- Developer
- QA
- Product Owner
Aktivitas yang Dilakukan #
- Review test case & acceptance criteria
- Diskusi edge case
- Validasi business flow
- UAT internal
Output yang Diharapkan #
- Fitur tervalidasi secara fungsional
- Bug ditemukan lebih awal
Anti-Pattern Umum #
- Testing dilakukan terburu-buru di akhir sprint
- QA hanya jadi “bug finder”
- Acceptance criteria tidak dijadikan acuan
Sprint Review #
Apa Itu Sprint Review? #
Sprint Review adalah sesi demo hasil sprint ke stakeholder.
Fokusnya:
- Apa yang berhasil dikirim
- Apa yang belum selesai
- Feedback nyata dari pengguna
Aktivitas yang Dilakukan #
- Demo fitur
- Diskusi feedback
- Update backlog berdasarkan insight baru
Output yang Diharapkan #
- Validasi increment
- Backlog lebih relevan
Anti-Pattern Umum #
- Review berubah jadi laporan status
- Demo fitur yang belum Done
- Stakeholder tidak dilibatkan
Sprint Retrospective #
Apa Itu Sprint Retrospective? #
Retrospective adalah sesi refleksi internal tim untuk memperbaiki cara kerja.
Biasanya menjawab:
- What went well?
- What didn’t?
- What can we improve?
Aktivitas yang Dilakukan #
- Diskusi proses, bukan menyalahkan individu
- Identifikasi improvement action
- Komitmen perubahan kecil tapi nyata
Output yang Diharapkan #
- Action item konkret
- Proses kerja yang terus membaik
Anti-Pattern Umum #
- Retrospective jadi formalitas
- Action item tidak pernah ditindaklanjuti
Definition of Ready (DoR) & Definition of Done (DoD) #
Definition of Ready #
Story siap diambil jika:
- Requirement jelas
- Acceptance criteria ada
- Estimasi disepakati
Definition of Done #
Story dianggap selesai jika:
- Code selesai & reviewed
- Test lulus
- Dokumentasi & monitoring siap
DoR & DoD adalah fondasi sprint yang sehat.
Kesimpulan #
Sprint bukan sekadar siklus kerja, tapi mekanisme kontrol kualitas, kolaborasi, dan pembelajaran berkelanjutan.
Sprint yang sehat memiliki:
- Backlog rapi
- Planning realistis
- Eksekusi fokus
- Review & retrospective jujur
Jika dijalankan dengan benar, sprint akan membuat tim:
- Lebih cepat
- Lebih stabil
- Lebih selaras dengan bisnis
“Scrum tidak membuat tim menjadi cepat. Scrum membuat masalah terlihat lebih cepat.”
Gunakan sprint bukan untuk mengejar deadline, tapi untuk membangun produk yang benar, dengan cara yang benar.