SSR

SSR #

Server-Side Rendering (SSR) adalah metode rendering halaman web di mana server bertanggung jawab untuk menghasilkan HTML penuh sebelum dikirim ke browser. Browser menerima HTML yang sudah siap ditampilkan, berbeda dengan Client-Side Rendering (CSR) yang membangun UI di sisi klien menggunakan JavaScript.

Gambaran Besar SSR #

[Client Browser] -- request --> [Server] 
[Server] -- generate HTML --> [Client Browser] 
[Client Browser] -- render HTML --> [Tampilan Halaman]

Apa Itu Server-Side Rendering? #

SSR adalah teknik rendering di mana seluruh konten halaman dihasilkan di server dan dikirimkan ke browser sebagai HTML. Browser tidak perlu menunggu JavaScript untuk menampilkan halaman awal. SSR sering digunakan pada framework seperti Next.js (React), Nuxt.js (Vue), dan Angular Universal.


Mengapa Menggunakan SSR? #

Alasan penggunaan SSR antara lain:

  1. SEO-friendly: Konten HTML tersedia saat dimuat, memudahkan mesin pencari untuk mengindeks halaman.
  2. Waktu load awal lebih cepat: Pengguna melihat halaman lebih cepat karena HTML sudah tersedia saat diterima.
  3. Konten statis dan dinamis: SSR dapat menggabungkan konten statis dan dinamis dengan efisien.
  4. Progressive Enhancement: Halaman dasar dapat diakses meskipun JavaScript lambat atau gagal.

Kelebihan (Pros) SSR #

  • SEO lebih baik: Halaman sudah dalam bentuk HTML lengkap, memudahkan indexing.
  • First Paint lebih cepat: Pengguna melihat konten lebih cepat dibanding CSR.
  • Konten statis siap pakai: Cocok untuk blog, landing page, dan e-commerce.
  • Fallback bila JS gagal: Halaman tetap dapat ditampilkan walau JavaScript tidak berjalan.

Kekurangan (Cons) SSR #

  • Beban server lebih tinggi: Server harus merender HTML untuk setiap permintaan.
  • Interaktivitas terbatas awalnya: Untuk fitur interaktif, tetap memerlukan JavaScript (hydration).
  • Skalabilitas lebih rumit: Traffic tinggi memerlukan server lebih kuat atau caching strategi yang baik.
  • Response lebih lambat untuk halaman kompleks: Halaman yang banyak data bisa membuat server memproses lebih lama.

Best Practice Server-Side Rendering #

  1. Gunakan Caching: Cache HTML halaman yang jarang berubah untuk mengurangi beban server.
  2. Hydration Terpisah: Gunakan hydration untuk komponen interaktif sehingga SSR dan interaktivitas berjalan optimal.
  3. Optimalkan Database Query: Render cepat membutuhkan query cepat dan efisien.
  4. Gunakan CDN: Distribusikan konten statis melalui CDN untuk load lebih cepat.
  5. Lazy Load Asset: Muat gambar dan script secara asinkron untuk meningkatkan performa.
  6. Monitoring & Logging: Pantau waktu render server untuk mencegah bottleneck.
  7. Progressive Enhancement: Pastikan halaman tetap fungsional walau ada JS gagal.

Contoh-Contoh Penggunaan SSR #

Beberapa contoh aplikasi dan website yang umumnya menggunakan SSR:

  1. Blog dan Konten Statis:

    • Medium, Dev.to
    • Halaman artikel siap SEO, terlihat cepat saat load awal.
  2. E-Commerce dengan SEO Penting:

    • Amazon, Shopify storefront dengan SSR
    • Produk, kategori, dan landing page di-render di server agar lebih cepat terindeks.
  3. Landing Page Marketing:

    • Website promosi produk atau startup
    • Prioritas tampil cepat dan SEO.
  4. News Portal:

    • CNN, BBC
    • Artikel dan headlines langsung tersedia sebagai HTML.
  5. Corporate Website:

    • Halaman perusahaan, profil, kontak
    • Tidak memerlukan interaktivitas kompleks tapi butuh load cepat dan SEO.

Kesimpulan #

Server-Side Rendering (SSR) cocok untuk web yang membutuhkan SEO, load cepat, dan konten siap pakai. Meskipun server memiliki beban lebih tinggi, penerapan best practice seperti caching, hydration, CDN, dan optimasi database dapat memaksimalkan performa. SSR sangat ideal untuk blog, landing page, e-commerce, dan situs berita.

About | Author | Content Scope | Editorial Policy | Privacy Policy | Disclaimer | Contact